IdentitaaPrime – Raja Stand-up Komedi Indonesia berdarah Sangihe, yang akrab disapa MONGOL STRESS, buka-bukaan tentang rencananya mengangkat kebudayaan dan pariwisata Sulawesi Utara ke kasta lebih tinggi, patut diberi apresiasi dan dicontohi.
Kepada Bupati Minahasa Utara, Vonnie Aneke Panambunan, Mongol mengutarakan aneka rencananya untuk Sulut. Namun semua itu di awalinya dari Kabupaten Minahasa Utara.
“Saya kemarin ketemu Ibu Bupati Minut diruang kerjanya, kemudian saya uraikan rencana jangka pendek dan jangka panjang saya untuk megangkat kebudayaan dan pariwisata Minut kenlevel lebih bergengsi, berupa beberapa festival, contohnya festival Danau Tondano di Minahasa lalu,” pemuda lajang yang namanya terus meroket di beberapa film layar lebar Nusantara itu.
Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan membenarkan pertemuannya dengan Mongol Stress, diruang kerjanya.
“Kami membahas tentang aneka kegiatan yang digagas si Mongol, seperti Festival Klabat dan jalan sehat besok. Saya sangat salut atas eksistensi yang ada pada Mongol,” kata VAP.

Dimata lajang bernama lengkap Ronny Immanuel Kansil ini, Sulut merupakan daerah kaya-raya dari segala sisi. “Sulut dan Minut khususnya, mempunyai potensi luar biasa yang belum banyak digali diangkat ke permukaan.
Saya konsisten dengan apa yang sudah saya rencanakan. Kita tidak perlu takut dan bergantung pada APBD dan APBN, kan TUHAN so kase akal for torang untuk berpikir, bagaimana melibatkan pihak ke-tiga dalam setiap pergelaran,” seru Mongol yang juga merupakan EO kawakan nasional itu.

Mongol yang konsisten dengan prinsip jadilah diri sendiri, saat bersama Bupati VAP adalah dalam rangka mematangkan kegiatan jalan sehat. “Besok Ibu Bupati sendiri akan memimpin olahraga Jalan Sehat bersama. Berikutnya kita akan coba memperbesar dan membuat festival Klabat lebih menghentak dari yang sebelum-sebelumnya,” urai Mongol.

Disentil kehidupan sehari-harinya dalam memanage keuangan dan kehidupannya, Mongol menjawab, tidak perlu rincian dan perencanaan yang banyak.
“Sederhana saja, sebagai umat TUHAN, saya telah memproporsikan pendapatan saya 10% untuk Tuhan, 121/2% untuk para lansia, sisanya untuk saya pakai mengisi kehidupan saya sehari-hari. Dengan demikian kita dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan damai,” timpal dia.

Untuk Festival Klabat nanti, Mongol sudah menyiapkan seabrek kegiatan besar, dengan menghadirkan tokoh-tokoh Kawanua (orang Manado) uamg sukses diluar daerah.
“Minut adalah sentral kelapa, maka saya akan menonjolkan ciri khas tanaman kelapa berupa aneka kerajinan tangan masyarakat. Kelapa kan tanaman unik yang keseluhannya dap di fungsikan melalui olahan sesuai kreatifitas masyarakat tentunya. Nantinya juga saya akan menghadirkan para tokoh kawanua sukses dari Jakarta, untuk hadir meramaikan festival Klabat, ” pungkas pria berdarah Sangihe yang juga akan membuka
Sekolah Acting Kaki Gatal Production di Sulut.
“Sulut harus punya sekolah acting, sebab orang Sulut punya bakat acting diatas rata-rata. Dengan adanya sekolah acting disini, kawula muda yang berniat maju ke dunia perfilman, tak perlu harus jauh-jauh ke Jakarta atau luar negeri, untuk mengasa balat mereka,” tandasnya.(Jo)